Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri melalui tim gizi memberikan edukasi terkait pencegahan stunting dan wasting pada balita kepada kader posyandu Kelurahan Kauman, Selasa (26/5).
Dalam kesempatan tersebut, Nabila S Firmanda, A.Md.Gz selaku ahli gizi RSGM Soelastri menerangkan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak atau balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Ciri utamanya, anak cenderung lebih pendek dari tinggi badan standarnya. Kemudian wasting merupakan kondisi di mana berat badan anak jauh lebih rendah atau tidak sesuai dibanding dengan tinggi badannya (kondisi anak yang sangat kurus).
“Ada beberapa penyebab stunting antara lain, kurangnya asupan gizi, adanya infeksi akut/penyakit yang diderita terus-menerus, pola asuh dan pola makan yang tidak tepat, serta kurangnya pemberian protein,”ujarnya.
“Saat ini banyak anak hanya makan nasi dan sayur, tapi lupa akan proteinnya. Protein paling mudah didapatkan dari telur ayam,” tambahnya.
Kemudian pentingnya MPASI pada usia 6 bulan, anak mulai diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Proses ini membutuhkan kondisi gigi yang kuat untuk mengunyah makanan dengan baik. Pemberian MPASI kepada balita harus disesuaikan dengan prinsip gizi seimbang (Isi Piringku) yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.”
Tak lupa informasi tentang dampak stunting dan wasting seperti gangguan perkembangan dan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme tubuh, hingga penurunan kecerdasan anak. Faktor lingkungan dan perilaku hidup sehat (PHBS) juga sangat berpengaruh dan juga pertumbuhan gigi terhambat.
Diakhir acara RSGM Soelastri secara simbolis memberikan papan posyandu plus sebagai bentuk dukungan kampanye kesehatan mental di Kota Surakarta.







